Skip to main content

4 Cara Jitu Menyusun Financial Planning di Usia Muda

Setiap orang tentu mempunyai keinginan serta impian yang ingin sekali mereka gapai di masa depan. Misalnya mempunyai rumah sendiri atau menyediakan budget travelling tiap tahun ke destinasi impian. Namun, impian tersebut hanya bisa tercapai dengan perencanaan yang matang terutama merencanakan keuangan.

Apalagi sejak adanya pandemi Covid-19, perencanaan keuangan sangat dibutuhkan agar kita tetap bisa memenuhi kebutuhan dan tujuan keuangan.

Oleh karena itu, kita akan bahas bagaimana Kak Magdalena Maristia, seorang Environment Engineer dan alumni Young Leaders for Indonesia dari McKinsey Company, telah merencanakan keuangannya sejak kuliah bahkan sudah mencoba berbagai produk investasi sebagai sumber pendapatan lainnya.

Apa itu Financial Planning?

Financial Planning atau perencanaan keuangan dilansir dari @Investopedia adalah sebuah dokumen yang berisi kondisi keuangan terkini seseorang dan tujuan keuangan jangka panjang serta strategi yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Financial planning bisa dibuat sendiri oleh setiap orang untuk merencanakan keuangannya. Namun, jika uang yang dimiliki sudah mencapai miliaran rupiah, kamu boleh mempekerjakan seorang financial planner untuk mengatur keuanganmu.

Mengapa Financial Planning Penting?

Financial Planning penting agar kamu dapat mengatur keuanganmu dengan lebih bijak sehingga kebutuhanmu dapat terpenuhi. Supaya tidak lagi bingung kenapa masih pertengahan bulan, kok uang sudah hampir habis dan tidak tahu dipakai untuk keperluan apa saja.

Cara Menyusun Financial Planning

1. Tentukan Tujuan Keuangan

Saat menyusun rencana keuangan, hal paling penting adalah menentukan tujuan keuanganmu. Agar semakin terukur dan berhasil, tentukan benda, waktu, dan uang yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Sertakan langkah-langkah konkrit bagaimana cara kamu dapat melakukannya.

Misalnya, kamu ingin beli laptop tahun ini seharga 10 juta rupiah. Berarti kamu harus alokasikan pendapatan tiap bulan hingga nanti pada waktu pembelian uangmu sudah cukup dan barangnya bisa langsung check out!

Buatlah tujuan dengan jangka waktu yang terbagi menjadi jangka pendek, menengah, dan panjang agar alokasi pendapatanmu bisa mencapai target impian keuanganmu.

2. Lakukan Pencatatan Keuangan

Apa kamu termasuk orang yang mencatat pemasukan dan pengeluaran uang setiap bulan? Kalau belum, kamu harus tau ternyata mencatat keuangan itu penting banget lho! Dengan mencatat keuangan apalagi uang yang kamu keluarkan dapat membantu kamu melihat kondisi keuanganmu biar nggak kecolongan. Catatlah pendapatan yang kamu terima. Lalu catat pengeluaran seperti biaya makan, listrik, sewa, transportasi, gaya hidup, dana darurat, tabungan, dan lain-lain. Sebisa mungkin hindari utang yang hanya digunakan untuk gaya hidup, kecuali mendesak untuk barang kebutuhan jangka panjang seperti rumah.

Media yang digunakan untuk mencatat keuangan bisa beragam, ada Ms. Excel yang templatenya bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu kamu bisa gunakan aplikasi seperti UangKu, MoneyLover, Monefy, dan lainnya agar lebih praktis tanpa perlu membuat template sendiri. Tampilan lebih menarik dan jumlah pengeluaran bisa diatur sesuai kebutuhan.

Kamu juga bisa menggunakan formula 40:30:20:10 untuk mengelola pendapatanmu dengan pembagian 40% untuk pengeluaran rutin dan biaya hidup, 30% untuk cicilan dan tagihan, 20% untuk tabungan dan investasi, 10% untuk dana kebaikan. Tak harus sama, kamu bisa atur formula sesuai dengan kebutuhan keuanganmu.

3. Miliki Asuransi

Punya uang banyak tapi nggak punya sekuritas atau keamanan pribadi? Itu keadaan darurat! Bayangin kalau tiba-tiba kamu kecelakaan dan membutuhkan banyak uang untuk biaya pengobatan. Alhasil kamu harus menghabiskan uang tabungan bahkan meminjam uang. Padahal kamu masih harus membiayai banyak pengeluaran hidup setelahnya.  Dengan adanya asuransi minimal asuransi jiwa seperti BPJS, Manulife, Prudential, dsb, paling tidak kamu sudah menyelamatkan dan melindungi uang yang seharusnya kamu simpan untuk berbagai keperluan.

4. Mulai Berinvestasi

Belakangan ini investasi jadi topik yang sedang hangat diperbincangkan di media sosial. Bahkan sudah ramai influencer mengajak masyarakat untuk berinvestasi di tengah kondisi perekonomian yang semakin nggak pasti karena pandemi. Tapi lebih baik sebelum kamu memutuskan untuk mulai melakukan investasi, ketahui dulu tujuan kamu berinvestasi. Bukan hanya ikut trend yang lagi viral. Misalnya kamu ingin mendapat keuntungan 50 juta untuk mempersiapkan dana pendidikan.

Lalu pelajari hal-hal seputar investasi mulai dari produk, risiko, jangka waktu keuntungan di masa depan dan lembaga mana jadi pilihanmu untuk mengetahui mana yang sesuai dengan kebutuhan finansialmu. Hal ini juga membuat kamu terhindar dari investasi bodong yang menipu. Ingat untuk memilih lembaga yang sudah terintegrasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nah, itu tadi tips mengatur keuangan dan membuat financial planning pribadi ala Kak Magdalena Maristia. Ia sudah sadar finansial sejak kuliah dan rutin mengaudit keuangannya. Untuk mengetahui tips dan trik lainnya, jangan lupa stay tune di blog ini!

Comments

LinRaNa Mom said…
poin tiga dan poin empat itu agak susah saya melakukannya.
terutama nomer tiga.
nomer empat udah ada di dalam planning, tapi eksekusinya aja yang gak jelas kapan
Duh, uang lagi. Uang lagi. Saya kadang ngerasa halu aja gitu kalau merencanakan, tapi enggak ada uangnya. Hehe ... ya maklumlah belum berpenghasilan cukup. Namun kalau dipikir-pikir sekali lagi finansial ini memang harus disusun ya kan. Supaya enggak tertekan mulu. Eh ... Kalau tahap jitunya sih saat ini saya merencakan dulu aja deh.
Ceritajalan.com said…
Saya malah bingung mau investasi apa hehe, ,yg penting hidup cukup dan pas aja udah buat saya bahagia, misal pas liburan, eh cukup utk beli tiketnya gt hehe
Beberapa bulan lalu sering diajak investasi. Sebenarnya tertarik banget malah. Tapi terpaksa diundur terus karena akhirnya uangnya beralih ke pos lain. Hihihi
Soal asuransi, udah lama pula ditiadakan.
jendelamamak said…
Financial planning ini penting agar bisa mengontrol keuangan pribadi kita. Kalo mau investasi, memang udah banyak yang menawarkan dengan bentuk yang beda-beda. Tapi ya harus dikuatin dulu pondasi keuangannya. Harus bisa memenuhi kebutuhan sehari2 dulu, membayar utang/cicilan kredit, harus punya tabungan dan dana darurat, baru mikir investasi. IMHO yaaa
Nurhilmiyah said…
Financial planning bs dimulai sejak dari anak² jg ya kan... Jd sejak dini anak² dikasih uang mingguan, trus dibekali dg cara pencatatan keuangan sederhana ya, nice share, Cut
Hi Cut, terima kasih ya sudah menulis ini.

Popular posts from this blog

Dapat Beasiswa Pelatihan Karir Digital Talent Scholarship dari Kominfo x Rakamin

digitalent.kominfo.go.id Terhitung dari tahun lalu hingga sekarang, sudah setahun aku memegang akun media sosial sebuah kursus bahasa asing online bernama @daretotry_id yang didukung oleh BibitBahasa sebagai content creator akun tersebut. Dare to Try sendiri menyediakan program belajar bahasa Inggris, bahasa Korea, dan bahasa Jepang. Ntar aku bahas sendiri yah, hihi. Tiba-tiba di suatu siang, WhatsApp ku berbunyi tanda chat masuk. Ternyata kakakku mengirimkan sebuah flyer berisi program beasiswa belajar Digital Marketing. Program itu bernama Digital Talent Scholarship yang diselenggarakan oleh Kominfo bekerja sama dengan startup pendidikan bernama Rakamin. Awalnya aku sempat ragu untuk mendaftar. Tapi setelah berpikir panjang, aku ikut seleksinya karena aku ingin mengoptimasi akun sosial media yang aku pegang untuk meningkatkan brand awareness dan mendatangkan banyak conversion. Apa itu Rakamin? rakamin.com Rakamin adalah salah satu startup pendidikan berbasis online yang berfokus p

Career Shifting Digital Marketing di Rakamin Academy

sumber: beritakubaru “Aku mau punya karir di bidang digital”, kata-kata ini jadi awal mula atas keputusan impulsif yang aku buat awal tahun 2022: career shifting , mengubah jalan karir di dunia digital. Ini bukan kali pertama aku bergelut dalam dunia digital. Sudah setahun berjalan membuat konten harian di Instagram dengan ilmu desain grafis yang cetek. Hanya bermodal percaya diri dan kemampuan desain seadanya. Tapi aku suka. Entahlah, sesuatu yang kita suka membuat kita bertahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk mengasah kemampuan di bidang digital marketing lebih dalam lagi. Berdasarkan laporan dari World Economic Forum Tahun 2021 yang bertajuk The Future of Job, digital marketing and strategy specialist masuk ke dalam 10 jenis pekerjaan paling dicari . Ini berarti digital marketing adalah salah satu bidang pekerjaan yang akan semakin dipakai di era teknologi yang makin canggih ini. Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya aku memutuskan untuk memilih Bootcamp Digital Marketing Rak

4 Destinasi Di Tangkahan Yang Wajib Dikunjungi!

Konserasi Gajah Tangkahan Keindahan Tangkahan memang tak ada habisnya. Meski jauh di pedalaman dan butuh perjuangan untuk sampai ke sana, tapi percayalah hasilnya tak mengecewakan.     Selama 2 hari 1 malam di Tangkahan, apa saja yang menjadi destinasi wisata di The Hidden Paradise itu? Simak di bawah ini! 1. Konservasi Gajah CRU, Tangkahan (sumber: jendelamamak.com ) Tangkahan adalah salah satu lokasi konservasi atau penangkaran gajah di Sumatera Utara. Berwisata ke Tangkahan tak sah rasanya bila tidak mengunjungi tempat konservasi gajah ini. Salah satu aktivitas bersama gajah adalah Elephant Bathing atau memandikan gajah. Biasanya dimulai jam 8.30 pagi. Tentu saja ada Mahot alias pawang gajah yang selalu berada di dekat gajah. Jadi jangan khawatir. Setiap orang dikenakan tarif Rp. 100.000 untuk elephant bathing di sungai. Selain memandikan gajah, kamu juga bisa naik gajah dengan tarif Rp. 30.000 per orang dan trekking mengelilingi hutan bersama gajah seharga Rp. 650.000 – Rp. 850.000