Skip to main content

Sering Nunda Pekerjaan? Ini Dia Cara Mengatasinya


sumber: Getty Images/iStockphoto

"Masih jam 10.15 menit lagi deh baru mulai ngerjain."

"Duh, belum nemu ide buat nulis. Mungkin besok ide-ide cemerlang baru muncul. Besok aja ah."

Terdengar nggak asing dengan kalimat di atas? Wah, aku juga hehe. Yes, sering nunda-nunda pekerjaan adalah aku. Alhasil, pekerjaan jadi numpuk mirip cucian yang dibiarin seminggu. Kalau udah numpuk, makin malas untuk ngerjainnya. Nah, pas udah deadline, mulai deh pakai cara paling ampuh tapi buat lusuh, apalagi kalau bukan SKS alias Sistem Kebut Semalam.

Akibatnya, pekerjaan tidak dilakukan dengan maksimal, bahkan cenderung menganut keyakinan “yang penting selesai”. Belum lagi, kalo udah deadline, psikologis jadi terganggu. Eh, berujung stress, deh.

Anehnya, kadang kita menunda mengerjakan sesuatu untuk melakukan pekerjaan lain yang kurang penting. Contohnya, scrolling media sosial atau nonton hiburan YouTube berjam-jam tanpa tujuan. Semata-mata untuk mencari kesenangan sesaat.

Tapi mending ya kalo senang, ini malah bawa kesedihan yang bikin orang-orang jadi insecure sama kehidupan orang lain di media sosial dan akhirnya membanding-bandingkan hidupnya dengan orang lain. Semoga kamu nggak gitu ya, gengs.

Ternyata, ada alasan dibalik kenapa orang-orang suka menunda pekerjaan. Joseph Ferrari seorang psikolog DePaul University menuturkan bahwa menunda pekerjaan bukan soal buruknya manajemen waktu, tapi manajemen emosi. Ada dua alasan mendasar kenapa orang gemar menunda-nunda.

1. Pandangan bahwa Manusia Akan Lebih Baik di Masa Depan

Procrastinating atau menunda pekerjaan sebenarnya adalah usaha untuk menunda rasa sakit. Kita tahu pekerjaan tersebut harus dilakukan, tapi itu menyakitkan. Jadi, upaya yang bisa dilakukan adalah memindahkan rasa sakit tersebut ke masa depan.

Jelas berbeda ketika kita melakukan hal menyenangkan. Kita malah ingin melakukannya lebih cepat. Seperti menonton YouTube, scrolling media sosial. Teori mengapa kita menunda ini ada dalam buku Predictably Irrational karangan Dan Ariely dimana manusia menganggap bahwa, di masa depan kita akan menjadi manusia yang lebih baik.

Misalnya, kita berjanji pada diri sendiri kalau hari ini akan olahraga. Tapi, kita merasa kelelahan dan akhirnya berpikir untuk melakukannya besok saja karena menilai akan lebih banyak persiapan. Saat keesokan harinya datang ternyata kita tetap menunda olahraga.

2. Rasa Senang atau Gratifikasi

Secara sadar kita tahu bahwa jika melakukan sesuatu yang besar dan sukses itu menyenangkan. Sayangnya, kesenangan itu tidak langsung didapat. Itu terjadi nanti. Setelah bekerja keras. Ini dinamakan delayed gratification.

Sedangkan kalau sekarang rebahan atau scrolling media sosial, kesenangan itu terjadi saat itu juga.  Ini disebut instant gratification. Andrea Kurniawan, seorang psikiatri di Eka Hospital Bekasi, mengatakan sesuatu yang sifatnya segera akan lebih cepat menimbulkan perilaku kita dibanding yang tertunda. Sekalipun, kalau hadiah yang tertunda itu lebih besar, manusia terkadang lebih mengutamakan yang segera.

Nah, kamu masih suka gitu nggak? Mau tahu cara supaya nggak sering menunda pekerjaan lagi? Simak Tips Anti Menunda Pekerjaan berikut ini.

1. Jauhkan gadget saat bekerja

Faktanya, menurut penelitian di Nottingham Trent University ,manusia akan mengecek smartphone mereka 85 kali sehari. Ini dikarenakan manusia sudah sangat terlena dengan berbagai informasi dan hiburan di dalamnya. Oleh karena itu, jika hendak menyelesaikan sesuatu, simpan gadgetmu di tempat yang sulit dijangkau dari posisi dudukmu. Semakin sulit sesuatu dilakukan, semakin enggan kamu melakukannya.

2. Atur prioritas kegiatan

Kita tahu bahwa kita tidak bisa menyelesaikan segala sesuatu dalam satu waktu. Maka, kita perlu mengurutkan mana yang harus dikerjakan dan diselesaikan lebih dulu. Caranya bisa dengan membuat diagram prioritas yang terbagi menjadi penting dan mendesak, penting dan tidak mendesak, tidak penting mendesak, tidak penting dan tidak mendesak.

3. Buat jadwal tertulis

Menulis jadwal harian mungkin terlihat sepele, tapi ini manjur, paling tidak buat aku pribadi. Dengan membuat jadwal mingguan dan harian, antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya tidak terbentuk pada waktu yang sama. Kita juga bisa mengetahui progres dari kegiatan tertentu sehingga selesai tepat pada waktunya.

4. Pakai teknik mirip Kaizen

Kaizen dalam bahasa Jepang artinya perubahan ke arah yang lebih baik. Sebuah teknik dari budaya Jepang dengan menerapkan prinsip 1 menit. Tujuannya adalah membentuk kebiasaan dan mengusir rasa malas. Sehingga ada continuous improvement atau perkembangan yang terus menerus. Dengan teknik ini, orang akan merasa mudah melakukan sesuatu karena hanya membutuhkan waktu yang singkat. Tak perlu persis 1 menit, atur waktu sesuai keinginan boleh saja. Misalkan dikerjakan setiap hari 10 menit. Tergantung tenggat waktu yang kamu targetkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Nah, supaya nggak nunda-nunda terus, yuk mulai lakukan tips anti tunda-tunda pekerjaan di atas supaya pekerjaan bisa dilakukan lebih maksimal.

Comments

dr dulu udah nerapin nulis to do list besok tuh apa aja. terus tinggal check list2. kalo gak keteteran dan bahkan ada yg ke skip. gak enak kan jd nya😭 dulu pernah nyobain kaizen tiap 25 menit kerja, istirahat 5 menit, gt terus. di alarm di hp tapi lama2 kok jd ngrasa trganggu sm alarm nya, jd gak dilanjutin lg 😂
Jauhakan gadget saat bekerja! wkwkwk.. ada benarnya nih. soalnya aku sering pas nulis tergoda buat nonton drakor. akhirnya tulisan malah gak beres, idenya lenyap.
Nurhilmiyah said…
Duh seneng banget kl semua pekerjaan bisa kita manage dengan baik ya, Kaizen bs diterapkan juga tuh, agar Ikigai dalam hidup kita bisa terus menjadi penyemangat menjalani hari-hari yang sibuk yaa
iidyanie said…
Menunda pekerjaan bikin kita jadi gak bisa patuh sama jadwal, dulu kuliah sering banget kayak gini dan kebawa sampe pas di dunia kerja, akhirnya kewalahan sendiri. Jadinya sekarang lebih diatur waktunya biar gak sering2 nunda, yah kadang kecolongan juga sih karena hal lain :)

Popular posts from this blog

Dapat Beasiswa Pelatihan Karir Digital Talent Scholarship dari Kominfo x Rakamin

digitalent.kominfo.go.id Terhitung dari tahun lalu hingga sekarang, sudah setahun aku memegang akun media sosial sebuah kursus bahasa asing online bernama @daretotry_id yang didukung oleh BibitBahasa sebagai content creator akun tersebut. Dare to Try sendiri menyediakan program belajar bahasa Inggris, bahasa Korea, dan bahasa Jepang. Ntar aku bahas sendiri yah, hihi. Tiba-tiba di suatu siang, WhatsApp ku berbunyi tanda chat masuk. Ternyata kakakku mengirimkan sebuah flyer berisi program beasiswa belajar Digital Marketing. Program itu bernama Digital Talent Scholarship yang diselenggarakan oleh Kominfo bekerja sama dengan startup pendidikan bernama Rakamin. Awalnya aku sempat ragu untuk mendaftar. Tapi setelah berpikir panjang, aku ikut seleksinya karena aku ingin mengoptimasi akun sosial media yang aku pegang untuk meningkatkan brand awareness dan mendatangkan banyak conversion. Apa itu Rakamin? rakamin.com Rakamin adalah salah satu startup pendidikan berbasis online yang berfokus p

Serunya Jadi Field Education Consultant Ruangguru

Time flies. Akhirnya setelah lulus kuliah dan berbagai drama kehidupan, keinginan untuk bekerja di Ruangguru terkabul. Tapi bukan di posisi yang sesuai keinginan. Herannya, walaupun bukan role yang aku pengen, tapi beberapa job description- nya pas banget sama apa yang aku harapkan. Persis. Dari situ, aku belajar, kayaknya kalo mau berdoa, isi doanya harus jelas dan detail. Karena Allah bakalan ngabulin suatu saat nanti.     Gathering Akhir Tahun Regional Sumbagut I Proses Rekrutmen Program STAR Hingga Jadi Karyawan Aku bergabung di Ruangguru lewat program STAR (Sales Trainee Academy Ruangguru) Batch 10 tahun 2020. Awalnya sempat ragu, tapi karena aku punya kekaguman yang besar tentang misi Ruangguru terlebih karena terinspirasi oleh Iman Usman dan Belva Devara, akhirnya aku coba posisi ini.  Proses rekrutmen tidak terlalu lama. Kurang lebih 2 minggu setelah CV screening, email dari Ruangguru masuk ke inbox Gmail pribadiku yang berisikan jadwal wawancara. Wawancara pun dilakukan secar

Career Shifting Digital Marketing di Rakamin Academy

sumber: beritakubaru “Aku mau punya karir di bidang digital”, kata-kata ini jadi awal mula atas keputusan impulsif yang aku buat awal tahun 2022: career shifting , mengubah jalan karir di dunia digital. Ini bukan kali pertama aku bergelut dalam dunia digital. Sudah setahun berjalan membuat konten harian di Instagram dengan ilmu desain grafis yang cetek. Hanya bermodal percaya diri dan kemampuan desain seadanya. Tapi aku suka. Entahlah, sesuatu yang kita suka membuat kita bertahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk mengasah kemampuan di bidang digital marketing lebih dalam lagi. Berdasarkan laporan dari World Economic Forum Tahun 2021 yang bertajuk The Future of Job, digital marketing and strategy specialist masuk ke dalam 10 jenis pekerjaan paling dicari . Ini berarti digital marketing adalah salah satu bidang pekerjaan yang akan semakin dipakai di era teknologi yang makin canggih ini. Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya aku memutuskan untuk memilih Bootcamp Digital Marketing Rak